Mahasiswa Harus Malu Jika Melakukan Hal Seperti ini!

Vandalisme Mahasiswa- Vandalisme merupakan perilaku coret-coret di sembarang temapat, yang jelas bukan tempat untuk coret-coret. Mungkin waktu kamu kecil sering coret-coret dindng kamarmu, kursi makanmu, dinding kelas, meja beajar, dll.
Foto vandalisme (Source: tapakasmo.com)
Ya, perilaku vandalism kayaknya sudah mendarah daging dengan diri kita dari sejak kecil hingga sampai saat ini. Mungkin ini sebagian adalah salah orang tua kamu yang dengan baik hatinya membiarkan kamu corat-coret atau gambar-gambar abstrak di dinding rumah, padahal bisa aja langsung membiasakan kamu gambar di kertas. Lalu itu semua berkembang jadi menulis atau menggambar segala sesuatu di tempat yang tidak seharusnya, terus berlanjut hingga kamu kuliah. Berikut ini adalah beberapa bentuk vandalisme yang paling sering dilihat dan dilakukan oleh Mahasiswa:
1. I was here
“ I was here” itu sering banget. Bentuknya bisa macem-macem, entah itu ninggalin nama, atau ninggalin inisial, ataupun nama samaran, atau mungkin mnama pasangan. Bisa juga ninggalin nama seseorang sambil dikata-katain, karena yang nulis gak punya nyali bilang ke  orang yang bersangkutan secara langsung. Sederhananya begini, kamu gak perlu nulis “Bar-bar Sastra Zimbabwe 2015” di bangku atau di pilar kelas hanya untuk menunjukkan eksistensi kamu.  Satu, gak ada yang peduli. Dua, nama kamu terberkas di sistem kok.
Untuk perkara ninggalin nama orang untuk dijelek-jelekin, mari sejenak merenung. Kalau tuduhan kamu salah, kamu udah melakukan vandalisme sekaligus memberikan simpati orang ke yang bersangkutan. Kalau tuduhan kamu benar bahwa “Bar-bar Sastra Zimbabwe 2015 tukang ngupil”, ya gak perlu kamu tulis pun semua orang pasti udah tau lah ya. So, gak perlu deh tulisan-tulisan kayak gitu. Alay bageeet tahu!
2. Nomor handphone
Ini konyolnya lumayan parah loh. Bisa dibilang dramatis. Kamu bisa aja nulis nomor palsu, tapi kan apa serunya. Jadi kamu tulis nomor temen kamu yang cowok, dan namain nomor itu di pilar atau di meja sebagai “Eren” atau “Nunnly”. Satu hal, siapa yang bakal percaya kalau ada cewek yang namanya Olivia ataupun Claudia, kalaupun jomblo, sampe se-hopeless itu nulis nomornya sendiri di bangku? Gak perlu deh promosi dirimu sendiri dengan kyak gitu :D
Ayolah. Dan lebih hopeless lagi adalah ada orang yang sampe menghubungi nomor itu saking gak ada kerjaannya dia atau saking gak ada yang mau sama dia. Jadi initinya, gak perlu nulis nomor, gak bakal ada yang ngehubungin karena gengsi dan logika. Stop vandalisme. Tahu gak, pekerjaan seperti itu seperti Orang yang Gak Punya Kerjaan Banget.

3. Contekan
Aduuh sudah jadi mahasiswa masih ngelakuin hal seperti ini? Tahu gak, seharusnya kamu malu karena sudah ngelakuin hal yang nora dan memalukan seperti ini.
4. Quote Bagusss
Ini sebenernya bisa dikategorikan sebagai sesuatu yang positif. Dia memberikan quote-quote baday yang jumawa, seakan nasehatin semua orang yang baca.  Bagus sih, intinya berusaha untuk menginspirasi atau malah untuk ngelucu. Masalahnya, buat apaan juga di tulis di meja atau di pilar? Orang yang butuh advice atau inspirational quotes sekarang ini udah gak lagi bengong bacain tulisan di tembok; mereka buka hape.
5. Curhat
Ini yang paling nyebelin. Bukan bermaksud kasar tapi dikata itu tembok ama meja buku diary? Mungkin ada yang peduli sama kisah hidup kamu yang menyedihkan, tentang bagaimana pacarmu yang tampan dan kaya itu gak jadi jemput kemarin malam gara-gara gerimis dan dia masih gak bisa terima kalau premium harganya naik.
Mungkin ada yang peduli, tapi gak akan lagi ada yang peduli kalau itu semua ditulis dalam bentuk paragraf di tembok atau di meja, dengan font Times New Roman size 8 yang udah dimodifikasi dan spasi 0,5, dan tintanya pink. Girl, come on, get it together.
Source: AnakUI.com
Back To Top